Langsung ke konten utama

Postingan

Kesekaratan puisi Facebook

Kegamangan kritik dan kecaman di forum-forum sastra di Facebook mau tidak mau harus digebrak demi perawatan sejumlah puisi yang lahir prematur

Buku Rumpun Sastra UNY Diluncurkan

YOGYAKARTA, suaramerdeka.com - Rumpun Sastra Fakultas Bahasa dan Seni UNY yang terdiri atas sejumlah pengampu matakuliah sastra mengadakan acara peluncuran dan bedah buku, yakni dua buah antologi puisi berjudul ''Bangsal Sri Manganti'' dan ''Suara dari Balik Kabut''. Masing-masing karya Prof Dr Suminto A Sayuti dan Dr Wiyatmi MHum, kebetulan keduanya adalah staf pengajar di Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Acara dibuka oleh Dekan FBS Prof Dr Zamzani MPd di ruang seminar FBS UNY.

Anjungan Riau TMII gelar lomba baca puisi: Membangun karakter lewat puisi

Taman Budaya Jawa Barat Adakan Workshop Sastra "Musikalisasi Puisi"

Dua Puisi Bacharuddin Jusuf Habibie

Untuk Ainun Tepat jam sepuluh pagi lima puluh tahun yang lalu Dengan ucapan Bismillahirrahmaanirrahiim saya melangkah Bertemu yang dilahirkan untuk saya dan saya untuk Ainun Alunan budaya Jawa bernafaskan Islam, menjadikan kita suami isteri Melalui pasang surut kehidupan, penuh dengan kenangan manis Membangun Keluarga Sejahtera, Damai dan Tenteram, Keluarga Sakinah

Selepas 300 Tahun, di Tengah Keberbagaian Kisah Kesusastraan Indonesia

Dari manakah penilaian lahir? Dari manakah pelabelan menetas? Keduanya merupakan perbincangan yang kadang dilupakan. Memandang ke belakang, tiga ratus tahun sejarah kesusastraan Indonesia: Penilaian dan pelabelan banyak berakhir menjadi perdebatan juga jamuan hujatan, peminggiran, bahkan pembakaran dan pelarangan produk kesusastraan. Mengapa ini terjadi? Apakah Tuhan tak merestui pelabelan? Saya tak begitu yakin sebab pelabelan mengada di tengah keberbagaian sebagai fitrah Tuhan. Tapi ada sesuatu yang menarik bila kita libatkan pertanyaan-pertanyaan itu pada sejarah masa silam. Goethe penyair Jerman pernah mengungkapkan: “Orang yang tidak dapat mengambil pelajaran dari masa tiga ribu tahun, hidup tanpa memanfaatkan akalnya.” *** Tiga abad silam, sebelum Indonesia belum menjadi bangsa. Di Aceh dimana berkembang nilai-nilai islam yang dibawa oleh beberapa ulama yang kemudian menuliskan ajaran-ajaran islam dalam tulisan Arab dan Parsi. Hamzah Fansuri merintis penulisan kitab keagamaan Isl...