Langsung ke konten utama

Postingan

Kamar yang Terbuka

bayang menunggangi malam keduanya lalu terbang hilang ... kelelawar pun terbang kelelawar tetap terbang engkau pula yang bertanya : "berapa dalam kematian?" ini kamar terbuka, cintaku dalam pasukan pasir waktu tak lengkap juga jawab yang diucapkan tak lengkap juga Tuhan yang dibayangkan. 03-04/2009

Penghentian sehari

Rekan Puitika.Net yang baik, Hari ini Puitika.Net sedang berpindah penyedia hosting. Untuk menghindari perbedaan antara data pada server lama dan server baru, kami menghentikan sementara arus masuk data (pengiriman naskah, komentar dan pendaftaran baru). Penghentian ini kami lakukan dalam rentang waktu sehari ini. Terima kasih atas perhatian dan kesabarannya. Salam hangat, Pengelola Puitika.Net

Puisi-Puisi Yosi M Giri

Kabut Yang Memataiku demi dingin yang menyertaiku pulang kampung, aku memoles malam dengan gemetaran hidup yang ditiupkan setiap jemari kuharap tak berhenti hanya karena jalanan ini sepi dan pengap tapi kerling itu, tak cukup menggangguku tidak juga kabut itu, aku hanya perlu menciumnya dan selebihnya kuhancurkan kugempur dan kau pun tahu, diam-diam mereka menyertaiku dan memataiku Bunga Pustaka, Maret 2009 --- Pada Sebuah Kata Di lorong-lorong hening Tiap pasang mata menjelma matahari Sinaran leluasa yang dikelabui kabut Jangan berharap kau dapat dekat mendekapnya erat Jika reruntuhan sesunyi itu telah meninggalkan riwayat Bakal api kembali debu Dan sesekali berteduh di rumah-rumah lebah Akankah kau percaya pada dinding Tempat dingin membentuk wajahmu Bersama surat-surat yang tak satu pun terbalas Walau hanya sebatas senyum dan angan Akhirnya, kata-kata menyembunyikan mereka Seperti pori-pori kulit dari kejauhan kau memandang Pendhapa Bunga Pustaka, 2009 --- Tuhan dan Semut Naka...

10 Puisi Binoto Hutabalian

Binoto Hutabalian (Binoto H Balian) lahir 13 Juli 1979 di Pardomuannauli Desa Harian Pulau Samosir – Sumatera Utara. Menulis sejak duduk di bangku SMA entah hingga kapan. Menulis Puisi, Cerpen, Cerbung, Opini dan Esai sastra di berbagai media seperti: Majalah Sastra Horison, Majalah Budaya Sagang, Harian Umum Riau Pos, Harian Batam Pos, Harian Riau Mandiri, Harian Global, Harian Medan Bisnis, Harian Analisa, Harian Waspada, Harian Lampung Pos dll. Sepuluh puisi yang terangkum dalam koleksi Puitika.Net kali ini adalah Kalender Tanpa Berahi ; Seikat Doa, dan Pulau Biru ; Kibas Purnama di Pesisir Parbaba ; Perempuan Penjaga Dermaga ; Sarang Para Malaikat ; Terowongan Sunyi ; Semburat Mu Di Pulauku ; Pulang ; Sebatang Rokok ; serta Replika Air Mata . Binoto Hutabalian.pdf

Di Semenanjung

Di Semenanjung arah kedatanganmu yang tak pernah kau beritahu kepadaku nasib berlarian, mengitari semesta semesta, meringkus nasib durjana engkau, kalimat puisi tertinggal. engkau, kesan yang tak dapat kutuliskan betapa cahaya terasa mengepung, melempar tombak-tombaknya ke punggungku, ke mataku. camar memanggil dari rentangan cahaya paruhnya mengais sejuta kengerian ikan “beri aku tanda, tentang arah kedatanganmu. kutunggu! meski tanggal gugur, satu-satu.” meski bulan-bulan menjadi basi dan tahun membusuk di dadaku datanglah! datanglah! akan kumaknai penantian sebagai kutub yang mengangan matahari peluh yang mengalir adalah pujian yang tak sampai kepadamu gelisahku, gemetar daun-daun datanglah! datanglah! tunjukan padaku, bahwa kaubenar ada, (2008)

Sajak-sajak Iqro' eL. Firdauz (2)

MENDEKATI GERAI :Yi di telinga ini secara kebetulan kita belai membelai merapat cepat dan terbang sejadi-jadi desahmu perlahan berbunyi rindu lucuti raut mimpiku aku terpukau hingga selengang bukit hijau kutimang segala pohon menggelegar semua burung jatuh terkesima sebentar aku pergi melepaskan diri lalu kembali cuaca tiba-tiba berangin udara begitu dingin tubuhku terasa sengal sebab udara nyaris anyir aku berlaga, tapi tidak main-main menghindari remang dan mencari temaram sebab aku begitu yakin kau adalah cahaya yang didera derita aku pun menunggu menunggu seperempat wajahmu untuk dicarai lalu menyimpulkan sepenuh daya bahwa kau adalah kejujuran tanpa ada yang menyebut kata itu termasuk dirimu Yogyakarta, 2008 --- MEMAHAMI LAUT DENGAN KEMUNGKINAN aku hanya ingin melihatnya dengan kengerian di batas ayat yang mengalir sebatas pesona keindahan yang berlebihan mungkin. mungkin laut adalah kebahagiaan tuhan tanpa harus bermasturbasi hingga langgeng aku mesti sedikait melukai perasaan de...