Langsung ke konten utama

Demokrasi Bunglon

Jadi demokrasi yang bagaimana , Jeng Ati ??

Gembar Gembor demokrasi yang paling yahut                                       Saudia negara dengan pemerintahan raja yang absolut.                           Katanya pencuri dipotong tangannya sampai sikut.                            Penyokong HAM diseluruh dunia diam tak ada yang menyahut.

Gembar - gembor demokrasi yang paling hebat                                          Tapi negara nomor satu kaok-kaok demokrasi malah menyerang negara lain tanpa alasan yang kuat.
Lembaga Dunia PBB mencona mencegat.                                                 Malah diam-diam dilewat.

Gembar-gembor demokrasi yang paling bagus.                                          Ternyata pimpinan negara nomer wahid didunia sangatlah rakus.            Ongkos perang 400 billions hangus.
Perusahaan Kontraktor yang melayani serdadu sahamnya ada ditangan Dick
dan Bush.

Gembar-gembor demokrasi yang paling baik.                                           Pemersatu negara ditangkap dan dibunuh dengan leher dicekek.              Sekarang negaranya amburadul rakyatnya saling cekek-mencekek.          Diserang kemudian dibiarkan agar minyak mengalir tanpa ada yang nge-cek.

Gembar-gembor demokrasi yang paling cocok.                                           Tapi negara dunia ketiga dibiarkan cekcok.                                              Malah suku yang satu dan yang lainnya dicekok.
Pertikaian soal Agama dijadikan kedok.

Demokrasi sebagai jalan utama.                                                           Dalam usaha menguasai dunia.                                                                  Melalui perusahaan swasta.                                                                    Yang dikejar hasil bumi dan kekayaan negara dunia ketiga

Kita...........hanya.................urut-urut dada......sambil mulut
ternganga.........kuatkan pegangan kita............kepada.............tali Allah SWT.

MangSi01/07

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Membincang Telimpuh Hasan Aspahani

Membaca puisi-puisi dalam Telimpuh, kumpulan puisi kedua Hasan Aspahani, ibarat menyimak percakapan yang digambar dengan berbagai teknik dan dipulas dengan warna-warna yang melimpah. Tengok saja: ”Lupakan aku,” ujarmu dengan suara pipih dan lembab di bingkai pertama, balon percakapan itu tiba-tiba pecah dan menjelma kabut, juga dingin dan kata-kata di dalamnya jadi percik rintik. Aku menggambar payung untukmu, tapi kau menolak dan meminta aku memelukmu: ”Biarkan aku basah dan hilang dalam sejarah ingatanmu.”

Secangkir Kopi Sepagi Ini

Bagian-bagian tubuhku telah bersetubuh dengan baju-baju Yang kau kenakan Aromanya masih bersatu dengan Lendir, liur, dan sisa-sisa ompol Lalu kita buang bersama baju-baju itu Dan bersiul girang Segera kau kenakan pakaian seadanya Pergi menjemput pagi Aku hanya menatap kau mendekati pintu Dan menyesali pintu itu kau tutup Kau hanya tersenyum genit dan berkedip Seraya berkata bahwa reformasi belum usai, tuntaskan revolusi Aku hanya tercengang, mulut ini tak hendak terkatup Seandainya kau membuat kopi sepagi ini Sepertinya hari ini kulalui dengan senyum Ah, tapi kau biasanya menyergah dengan Makian-makian dan menarikku untuk turun ke jalan Membentangkan spanduk, mencatat peristiwa-peristiwa Membawa megaphone, atau berteriak lantang Sesiang panas ini Orde-orde itu tak beranjak tumbang Lalu kau bekap mulutku dan menyerang otakku Supaya tidak pesimistis Pikiran-pikiranku kau susun kembali dan Kau ajak untuk berkeliling melihat-lihat Bermesraan bersama beberapa yang tersingkir Aku larut kemba...

Dirimu ada di hati ini

  Bila jalan ini yang tlah kau beri hamba mu ini dengan gigih kan telusuri meski harus sulit nya menghadang smuanya itu kan ku terjang bayang mu hadir menjelma dikala aku terjaga yang menaungi perasaan jiwa kau bawakan segudang keindahan seberkas putih menyelimuti kemurnian perasaan hati merantai seakan turun.... ungkapkan sgala makna bayang mu tak pernah pudar... berikan kedamaian hati percikan sinar abadi yang menyentuh skujur tubuh dirimu tlah ada mengendap dalam hati ini seiring laju darah yang menggolak di tubuh.... takkan luluhkan semangat tuk gapai asaku terjang sgala rintang tuk ketuk pintu hati mu percayalah..... percayalah duhai dambaan ku...... hadirmu takkan pernah terganti karena dirimu ada di hati ku......