selimut malamku adalah hitam tubuhtubuh telanjang
menari resah di antara rerimbun daun seirama tiupan angin
tapi ini jiwaku jangan kau bawa pergi
selagi singgahnya belum selesai
sampai nanti
bukankah sudah ribuan batu aku tumpukkan sebagai penyangga nasibku
kau tak peduli
pun jika aku kembali
sampai nanti
tidur malamku bermimpi mati
lelap diterbangkan galau ke pucuk gunung
selamatkan aku
wengi kang wengah, kr, oktober 2005
Komentar
Posting Komentar