Langsung ke konten utama

Bulan Sepotong Di Kauman

 

 

   Pada kedalaman matamu

   Yang seperti bercerita

   Tentang sungai-sungai

   Pada bukit, lembah, ngarai

   Langkah-langkahmu seperti datang dari jauh

   Menyeruak dari balik kegelapan

   Seperti gelombang yang tergesa

   Menjemput mimpi

   Untuk diceritakan sebelum

   Tiba dini hari

 

   Pada kaca jendela yang buram

   Wajahmu sepotong timbul-tenggelam

   Seperti awan yang mendudukimu

   Seperti hujan yang menyembunyikanmu

   Tangismu tak bersuara

   Dan airmatamu sulur-sulur yang mabuk

 

   Sepanjang jalan kauman

   Bulan sepotong tinggal

   Menggarisi tepi-tepi malam

   Dan bola matamu meredup

   Meninggalkan nafasmu

   Yang berpacu dengan udara dan

   Waktu

 

   2006

Komentar

  1. puisinya damai banget..membacanya membuat kita tenang terutama tentang jalan kauman

    BalasHapus
  2. makasih...menyimpan kenangan juga di jalan kauman rupanya?

    BalasHapus

Posting Komentar