Antologi puisi ini dituliskan oleh anggota puitika.net bernama Wahyu Heriyadi. Menariknya antologi puisi ini ditulis dalam berbahasa Sunda meski sang penulis bertempat di Lampung. Tentunya anda yang ingin mengenal Wahyu Heriyadi lebih jauh akan mendownload antologi puisi ini di bagian koleksi karya - E-antologi Puisi. Antologi berjudul Gurat Lengkah basa hujan datang dipersembahkan untuk anda. Terima kasih untuk Wahyu Heriyadi dan selamat menikmati.
Membaca puisi-puisi dalam Telimpuh, kumpulan puisi kedua Hasan Aspahani, ibarat menyimak percakapan yang digambar dengan berbagai teknik dan dipulas dengan warna-warna yang melimpah. Tengok saja: ”Lupakan aku,” ujarmu dengan suara pipih dan lembab di bingkai pertama, balon percakapan itu tiba-tiba pecah dan menjelma kabut, juga dingin dan kata-kata di dalamnya jadi percik rintik. Aku menggambar payung untukmu, tapi kau menolak dan meminta aku memelukmu: ”Biarkan aku basah dan hilang dalam sejarah ingatanmu.”
Komentar
Posting Komentar