Bagian-bagian tubuhku telah bersetubuh dengan baju-baju
Yang kau kenakan
Aromanya masih bersatu dengan
Lendir, liur, dan sisa-sisa ompol
Lalu kita buang bersama baju-baju itu
Dan bersiul girang
Segera kau kenakan pakaian seadanya
Pergi menjemput pagi
Aku hanya menatap kau mendekati pintu
Dan menyesali pintu itu kau tutup
Kau hanya tersenyum genit dan berkedip
Seraya berkata bahwa reformasi belum usai, tuntaskan revolusi
Aku hanya tercengang, mulut ini tak hendak terkatup
Seandainya kau membuat kopi sepagi ini
Sepertinya hari ini kulalui dengan senyum
Ah, tapi kau biasanya menyergah dengan
Makian-makian dan menarikku untuk turun ke jalan
Membentangkan spanduk, mencatat peristiwa-peristiwa
Membawa megaphone, atau berteriak lantang
Sesiang panas ini
Orde-orde itu tak beranjak tumbang
Lalu kau bekap mulutku dan menyerang otakku
Supaya tidak pesimistis
Pikiran-pikiranku kau susun kembali dan
Kau ajak untuk berkeliling melihat-lihat
Bermesraan bersama beberapa yang tersingkir
Aku larut kembali namun butuh secangkir kopi sepagi ini
Lalu kita yakin dan menyusun kembali gerakan-gerakan
Sambil menikmati camilan, kudapan dan makanan ringan
Komentar
Posting Komentar