Bagian-bagian tubuhku telah bersetubuh dengan baju-baju Yang kau kenakan Aromanya masih bersatu dengan Lendir, liur, dan sisa-sisa ompol Lalu kita buang bersama baju-baju itu Dan bersiul girang Segera kau kenakan pakaian seadanya Pergi menjemput pagi Aku hanya menatap kau mendekati pintu Dan menyesali pintu itu kau tutup Kau hanya tersenyum genit dan berkedip Seraya berkata bahwa reformasi belum usai, tuntaskan revolusi Aku hanya tercengang, mulut ini tak hendak terkatup Seandainya kau membuat kopi sepagi ini Sepertinya hari ini kulalui dengan senyum Ah, tapi kau biasanya menyergah dengan Makian-makian dan menarikku untuk turun ke jalan Membentangkan spanduk, mencatat peristiwa-peristiwa Membawa megaphone, atau berteriak lantang Sesiang panas ini Orde-orde itu tak beranjak tumbang Lalu kau bekap mulutku dan menyerang otakku Supaya tidak pesimistis Pikiran-pikiranku kau susun kembali dan Kau ajak untuk berkeliling melihat-lihat Bermesraan bersama beberapa yang tersingkir Aku larut kemba...
5,9
BalasHapustak ada kuasa ketika getaran di ujung shubuh
lalu keheningan dalam sujud yang khusuk
Allaahu akbar...
ketika bumi digoncangkan dan hening tak lagi
memeluk pajar
maka tersenyumlah dalam sakratul maut, menembus
langit ketujuh, bertemu dengan-Nya
oh pagi yang sunyi seakan 2 pagi yang lain, pagi
yang pilu
ribu-an telah bertemu dengan-Nya dalam
keterkejutan nan bisu
terpekur segala jiwajiwa barzah atas kuasa-Nya, ah
sedusedan tak...
lalu sujud menembus takdir lauh makhfud
shubuh, 27 mei 2006