Ini mimpi yang keberapakali Aisyah?
Tangismu yang memar meregang setiap kali bintang terbit di utara
dari jendela yang basah dan wajah yang sengau
Apakah kebohongan itu yang membuatmu risau
Sedang percakapan kita patah di kedai-kedai sebelah selatan
Keraguan mati menjemput diriku yang lunglai
Tak ada yang kupunya selain rasa takut
Menyaksikanmu pelan
pelan
pelan
pelan
terjerembab ke dasar kotak-kotak kardus
yang kau buat untukku di malam ulangtahun yang ke sepuluh.
Katakan Aisyah, kau tidak mencelaku kali ini.
Komentar
Posting Komentar