Langsung ke konten utama

Postingan

Rumah Kabut

1 aku sampirkan malaikat pada belah dadamu kabut menggantung rumah rumah tumbuh dewasa angsa putih dengan iringan kafan berahi persis kebangkitan potret yang kugantung pada ujung golgota 2 bapakku tumbuh dengan insang bernanah perjalannku mencatat kota kota kanibal tanpa peradaban di mana tanah tak bernyawa bukit kering darah penyair mengalir menyerupa Isa dengan batu batu terbang menjura planet di pinggulmu 3 aku gambar sajak yang kau kira kau gambarkan jendela tanpa wajah kau pandang kampung layar mirip kau rindukan aku kutuki segenap pesona halilintar bocah bersisik kerang kau lempar kehamilanmu membiak di udara mengelupas dan perputaran pecah patung, katedral kepercayaan di mana hantu hantu memekik kelaminmu mengasingkan bara 4 kau tahu bagaimana pecahan bulan membentuk raung sebuah episoda, pohon pohon di mana jalan harus dilempar dan kepingan laut tak harus bernama 5 sajakmu membahasakan ragu ketika seluruh anak kecil memahat jalan laut pipa pipa menggambar bahasa yang kau penj...

Workshop Penulisan dan Baca Puisi

Lintas Masyarakat Teater Jawa Timur akan mengadakan kegiatan: 1.Workshop Penulisan esei, artikel, networking via internet Sabtu, Wage, 29 September2007 pukul 12.00-16.00 wib di Galeri Surabaya Jl. Gubernur Suryo 15, Kompleks Balai Pemuda, Surabaya Narasumber: -Ribut Wijoto (jurnalis, sastrawan, Surabaya) -Abdul Malik (networker kebudayaan, anggota Banyumili, Jaringan Informasi dan Kajian Budaya, Mojokerto) Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari acara "Sembilan sutradara teater baca puisi" keliling Surabaya, Malang, Gresik, Lamongan Agustus 2007. 2. Tadarus Budaya Sabtu Wage, 29 September 2007 pukul 21.00 wib di Galeri Surabaya Jl.Gubernur Suryo 15 Kompleks Balai Pemuda Surabaya Acara: -Baca puisi oleh sutradara teater kampus di Surabaya -Diskusi kebudayaan bersama Nuro'in (sutradara Teater Cepak, Gresik) -Didik Wahyudi (aktorTeater Institut UNESA Surabaya) -Fathahul Anjab (sutradara teater Q Surabaya) Terbuka untuk umum. Informasi: Luhur Kayungga Lintas Masyarakat Te...

Biru Abu

tak perlu lagi ingat sebab rindu telah berkarat di batas lelah mengakrab patah (mungkinkah aku yang membuatmu enggan merekah ?) ...hujan menjadi deru, mengubah bara jadi biru abu...

Pertanyaan

Bulan menindih atap langit Ketika ayat-ayat tumpah di atas sajadah Peluh membasah tubuh Menumpuk kesah…resah Tak ada kata dalam benak Ketika alun takbir menyibak fajar Tapi, tubuh ini tak mampu beranjak Hanya diam, membentang jarak Aku lukis saja subuh yang lusuh itu Hingga mentari tak terbit esok pagi Bulan tak lagi menindih atap langit Ayat-ayat pun tak tumpah di atas sajadah Ke mana tangis itu? Ke mana peluh itu?

Telaga Langit

Seperti arakan awan Melayari telaga langit Seperti satu sabit bulan Menyapu pelataran malam Aku tanggalkan waktu Tertinggal sajak separuh Aku tak ragu walau terjatuh Terebah diri selami kalbu Kisah-kisah menyerpih Antara aku dan kamu Hilang bersama tipis embun Langkahku sisiri waktu Sekejap mengendap, untuk kemudian larut dalam benak surut

Menindik

tanganku diborgol. ingin mendekam dalam sampul kaset aku mulai dihimpit jeritan pingsan dan suaramu diendapkan dalam botol kota-kota sedang kubobol untuk dimasukkan ke dalam resep seperti menabur penyedap di bibirnya lalu diseduh bersama gelombang politik yang sedang menindik lidahnya 2007