Langsung ke konten utama

Postingan

Ompung Silamponga

Sajak Udo Z. Karzi OMPUNG SILAMPONGA way, antarkan aku ke negeri asal di kaki pesagi sekalabrak sekalabrak betapa luas! ”dimana ompung silamponga?” way, temukan aku belunguh bejalan di way nyerupa pernong anak mentuha bulan ”di mana ompung silamponga?” way, aku tersesat di belantara borneo dari andalas lewat jawa menapak jejak ulun sebuai* lamban langgar** pakunegara pangkalan lada*** ”dimana ompung silamponga?” way, ziarahkan aku ke bukit barisan rulah-rulah tempat leluhur ditanam menjelma damar talang-talang ”dimana ompung silamponga?” catatan: * sebuai = nama desa di kebupaten kotawaringin barat, kalimantan Tengah ** lamban langgar (bahasa Lampung) = rumah panggung *** pangkalan lada = nama kecamatan di kabupaten kotawaringin barat, kalimantan tengah

Way Besai

Sajak Udo Z. Karzi WAY BESAI 1 dari sekalabrak ulun-ulun menghilir way besai*, antar aku ke repong-repong talang-talang ”dari kopi, lada, damar kami menghela nafas” ulun tuhaku ngebangun rumah panggung berjan meranti belantara menjelma umbul 2 way besai, dari sinilah hidup menghulu dari sinilah sejarah dan peradaban ulun lampung! ”bagaimana memisahkan kami darimu?” * nama sungai di lampung

Setiwang

Sajak Udo Z. Karzi SETIWANG 1 pelangi turun di pancur tujuh way setiwang muli peteri* sedang membasuh rambut yang tergerai dari gelung siapa pula tak silau sepasang mata lentik siapa pula tak tergetar sekulum bibir senyum muli peteri muli peteri anak raja negeribatin di balik bukit menebar harum swarga tempat diwa-diwa memanja diri 2 satu kali bencana telah tiba negarabatin terguncang** jagat raya menghiba entah pula siapa punya dosa entah kutuk siapa terlanjur terucap entah siapa bisa menjadi penawar musibah menjelma prahara duka bagi negarabatin derita tiada obat muli peteri muli peteri kena kurak*** 3 begitulah sebuah bisikan datang: “mandilah di way setiwang” agar paras kembali segar agar hidup membugar muli peteri muli peteri anak raja pelangi turun di pancur tujuh way setiwang saat muli peteri membasuh duka yang mengharu dan segera berlalu * muli peteri = putri raja ** gempa bumi melanda liwa, lampung barat, tahun 1908, 1933 dan 1994 *** kurak = penyakit kulit

Di Penantian

dan kulepaskan fatihah mencari jalan tujuan kulepaskan ayat - ayat Tuhan mencari Tuhan berkali ku melihatnya masih di kaki awan hingga kilat membuangnya ke lautan terusir ombak ke tepian ia menangis melihat Tuhan begitu jauh disana ia menangis mengenang lahirnya di dekapan luka ia kian menangis mendengar aku berkata "Tuhan.... aku masih menunggunya...."

Langgam Orang Buangan

kepada desa sidokepung bersama sebuah kesepian ngengat ngengat mengalirkan rumput hijau di lenganku kusaksikan tubuh tinggal tubuh dan berjuta jasad malaikat gagal membumbung jadi cuaca seketika aku mematung karena keserakahan bisu, rumah rumah buangan tepi pantai berubah mitos peradaban yang tak lagi kukenal aku kenang seribu sajak buangan dengan wajah burung burung seperti kuburan masa kecilku "barangkali tubuhku memang terbunuh oleh ratusan sejarah" april 2007